Sinopsis Endgame (2021)

685 votes, average 6.3 out of 10

Seorang pria bernama Wu Yanzhen keluar dari lift dan berjalan di parkiran. Dia melihat bagasi mobil sebelahnya terbuka. Tiba-tiba Zhou Quan (Andy Lau) yang memakai masker dan mantel hitam datang dan menikamnya berkali-kali lalu memasukkannya ke bagasi. Kejadian tersebut direkam orang lain dari tempat tersembunyi menggunakan ponselnya.

Malam itu, Chen Xiaomeng (Yang Xiao), seorang aktor gagal, berniat gantung diri di apartemennya yang berantakan. Dia sudah frustasi dengan hidupnya yang kacau. Tiba-tiba ponselnya berbunyi, dan dia mulai goyah. Dia pun terjatuh karena talinya putus. Dia lalu mengangkat ponselnya. Orang di seberang yang mengaku sebagai pemilik gedung itu marah-marah karena dia belum bayar sewa. Dia semakin putus asa. Dia memeriksa dompetnya dan menemukan sebuah voucher spa air panas. Dia pun berencana pergi ke sana. Sebelum berangkat, dia memeriksa kotak suratnya dan menemukan surat tagihan lainnya. Dia melemparnya sembarangan. Namun karena dia dipelototi tiga orang emak-emak, dia mengambil kembali surat itu dan memasukkannya ke dalam sakunya.

Zhou Quan, sang pembunuh bayaran terjebak kemacetan. Dia melihat ada razia polisi di depan. Dia lalu membelokkan mobilnya masuk ke spa. Setelah dia masuk, ternyata razia tersebut hanyalah pengambilan adegan sebuah film.

Quan dan Xiaomeng bertemu di resepsionis. Namun mereka tidak saling mengenal. Xiaomeng sempat memperhatikan Quan saat menaruh barang-barangnya ke dalam loker.

Saat sedang shower, Xiaomeng menjatuhkan sabunnya. Tanpa sengaja Quan menginjaknya dan terpeleset. Quan terjatuh dan pingsan. Secara diam-diam, Xiaomeng menukar kunci loker Quan yang terlempar ke arahnya. Quan pun dibawa ke rumah sakit.

Xiaomeng membuka loker Quan dan memakai setelan mahalnya. Dia juga memakai jam tangan serta mengambil kunci mobilnya. Dia lalu masuk ke mobil Quan dan menemukan dompet yang berisi identitas Quan dan uang yang banyak. Dia pun segera pulang dan membayar hutang-hutangnya ke tukang daging, tukang rokok, tukang cukur, penjual togel, warnet, dan hutang ke mantan pacarnya. Dia menangis saat mengetahui mantannya sudah bertunangan.

Xiaomeng lalu ke rumah sakit untuk menjenguk Quan sambil membawa makanan dan buah-buahan. Namun ternyata Quan mengalami amnesia karena kepalanya yang terbentur lantai. Quan dianggap sebagai Xiaomeng sesuai identitas yang dia bawa.

Quan pulang sambil membawa makanan dan buah-buahan pemberian Xiaomeng. Saat di jalan, sebuah mobil melewati genangan memuncratkan air ke arahnya. Rachel Li (Regina Wan), pengemudi mobil tersebut, kemudian mengantarnya pulang ke alamat yang tertulis di amplop di saku celananya. Di perjalanan, Quan menceritakan kondisinya. Sesampainya di alamat, Quan masuk ke gedung. Namun makanannya tertinggal di mobil dan Rachel pun menyusulnya.

Baca juga:  Nightmare Alley (2021)

Quan kaget menemukan apartemennya yang berantakan dan bau. Di saat bersamaan pemilik gedung datang dan menagih sewa pada Quan, yang dia kira adalah Xiaomeng karena dia belum pernah bertemu sebelumnya. Dia marah-marah melihat apartemennya berantakan dan berniat mengusirnya. Rachel akhirnya melunasi biaya sewanya. Quan berterima kasih dan menganggapnya hutang. Quan lalu membersihkan dan merapikan apartemennya. Dia juga mulai menyelidiki dan mencatat segala hal tentang dirinya, bahwa dia adalah seorang aktor yang pesimis.

Sementara di tempat lain, Xiaomeng memasuki apartemen mewah Quan. Dia menemukan banyak identitas palsu di apartemen Quan. Dia juga menemukan lemari penuh senjata. Dia kemudian ditelpon seseorang yang akan membayar jasanya.

Quan mulai menjalani hidupnya sebagai Xiaomeng. Dia mendatangi audisi pemilihan aktor figuran. Dia terpilih, namun karena dia tidak berpengalaman, dia malah mengacaukan proses shootingnya dan membuat sutradara marah-marah.

Xiaomeng mengunjungi Quan di apartemen miliknya. Dia kagum apartemennya sekarang menjadi bersih dan rapi. Dia melihat tali untuk gantung diri yang masih di tempatnya. Quan mengatakan bahwa hal itu dia jadikan sebagai pengingat. Dia yang dulunya berputus asa, mulai saat ini akan memperbaiki kehidupannya.

Xiaomeng mencoba mengambil uang bayaran di tempat yang sudah disepakati. Namun ternyata kosong. Dua orang menghampirinya lalu membawanya. Dua orang itu membawanya ke Hui Jie, seorang yang pernah menyewanya untuk membunuh Wu Yanzhen. Anak buahnya memperlihatkan video di ponsel saat Quan membunuh Yanzhen. Hui ingin bertemu dan membayarnya secara langsung. Karena selama ini, jangankan bertemu, mendengar suara Quan saja dia belum pernah. Hui berniat memakai jasa Quan lagi untuk membunuh Zeng Jiurong, istri Yanzhen. Xiaomeng pun menyanggupinya. Xiaomeng yang dasarnya seorang aktor berhasil menahan diri dan memainkan perannya sebagai Quan, membuat Hui tidak curiga.

Sementara itu, Quan makan malam bersama Rachel. Dia kemudian menyadari bahwa dia bisa bicara dengan bahasa Inggris. Dia bertekad di depan Rachel bahwa dia akan berubah dan berusaha menjalani hidupnya dengan sebaik-baiknya. Dia pun mulai belajar mendalami profesinya sebagai seorang aktor. Dia berhasil memikat sutradara saat berperan sebagai figuran. Dia kemudian mendapat peran yang lebih baik.

Xiaomeng yang awalnya panik, mulai menjalankan tugasnya. Dia mulai memata-matai dan mendekati Zeng Jiurong. Namun, Xiaomeng tidak sanggup melakukannya. Apalagi saat ini Jiurong sedang hamil. Dia bahkan menyerahkan uang bayarannya ke Jiurong dan menyuruhnya untuk bersembunyi. Dia mengatakan bahwa suaminya sudah mati dan Hui juga menyewanya untuk membunuhnya.

Karir Quan semakin bagus. Dia mendapatkan peran-peran yang lebih penting. Hubungannya dengan Rachel juga semakin dekat. Dia bahkan sempat mencuri kostum astronot demi menghadiri lomba pidato di sekolah anak Rachel.

Baca juga:  Licorice Pizza (2021)

Hari itu Quan kembali melakukan shooting film. Di tengah shooting, kilatan lampu-lampu penerangan mulai membuatnya sadar. Dia mengingat kembali siapa dirinya sebenarnya.

Hui tanpa sengaja melihat Xiaomeng di TV. Dia kemudian marah-marah setelah tahu Xiaomeng hanyalah seorang aktor dan telah membohonginya.

Xiaomeng kembali ke apartemen lamanya dan berniat mengembalikan dompet Quan. Dia dibuntuti oleh anak buah Hui, namun dia berhasil kabur setelah menodongkan pistolnya. Anak buah Hui yang ketakutan sampai ngompol di celananya. Saat di dalam mobil, rupanya Quan sudah berada di dalam dan menodongnya dengan pisau. Mereka kemudian menuju apartemen Quan.

Hui dan anak buahnya berniat membunuh Xiaomeng. Mereka menyerbu apartemen Quan. Quan dan Xiaomeng melihatnya dari kamera CCTV kemudian kabur ke lantai bawahnya menggunakan bak mandi rahasia yang sudah dipersiapkan Quan. Karena tidak menemukan Xiaomeng, Hui dan anak buahnya keluar dari tempat itu.

Mereka kemudian bicara mengenai diri masing-masing. Quan bukanlah pembunuh bayaran. Setelah dia mendapat pesanan, dia akan menghubungi targetnya dan membuat sandiwara agar targetnya terlihat seperti terbunuh. Quan mendapat bayaran dobel. Quan akan mengampuni kesalahan Xiaomeng asal dia akan menggunakan identitas Xiaomeng untuk selamanya. Xiaomeng pun menyanggupinya. Mereka lalu menyusun rencana.

TIba-tiba Rachel menelpon Quan menanyakan keberadaan anaknya. Anaknya pergi ke apartemennya untuk mengembalikan buku catatan Quan yang tertinggal di mobil Rachel. Quan pun panik. Mereka berdua bergegas ke apartemen Xiaomeng. Sesampainya di sana, Xiaomeng tinggal sebentar di bawah untuk menelpon Jiurong namun tidak ada jawaban. Dia kemudian melihat anak Rachel dibawa oleh anak buah Hui. Dia segera melaporkannya ke Quan. Di saat yang sama Rachel tiba di tempat itu.

Rachel akan menelpon polisi tapi Quan mencegahnya karena dia punya rencana lain. Dia pun mendatangi Hui dan berpura-pura menjadi interpol. Dia juga menyalakan ponselnya agar Rachel dan Xiaomeng ikut mendengarkan saat dia menginterogasi Hui. Quan mengatakan pada Hui bahwa dia sedang menyelidiki kematian Wu Yanzhen dan menanyakan nasib Jiurong. Dia juga menanyakan keberadaan anak Rachel. Namun Hui terlihat tidak tahu menahu soal anak itu.

Tiba-tiba Detektif Ma dari kepolisian datang. Rupanya dia berteman baik dengan Hui. Ma yang sedang mabuk kemudian mengenal Quan sebagai seorang aktor. Quan pun ketahuan dan dia diringkus anak buah Hui.

Rachel dan Xiaomeng yang mendengarkan dari ponselnya pun panik. Rachel bermaksud menghubungi polisi lagi namun Xiaomeng mencegahnya. Mereka pun menyusun rencana. Xiaomeng menghubungi Hui dan mengatakan bahwa dia sudah membunuh Jiurong. Dia mengirimkan alamatnya dan menyuruh Hui membawa Quan dan anaknya. Hui yang masih percaya bahwa Xiaomeng adalah Quan menyanggupinya.

Baca juga:  Operation Fortune: Ruse de Guerre (2023)

Mereka pun bertemu di sebuah gedung teater yang sudah terbengkalai. Hui dan anak buahnya membawa Quan yang dimasukkan ke dalam karung. Xiaomeng yang berpura-pura menjadi Quan sudah menunggu mereka. Sambil mengacungkan pisau, dia berlagak sudah membunuh Jiurong yang mayatnya tergeletak di sampingnya. Sambil mengoceh, dia membuka karung Quan. Namun Hui terlihat tidak percaya. Dia mendekati mayatnya. Kemudian dia tahu kalau itu hanya darah buatan. Dia pun menendang Xiaomeng dan menyuruh mayatnya bangun, yang ternyata adalah Rachel.

Tiba-tiba ponsel Rachel berbunyi. Anaknya menghubunginya menanyakan keberadaannya. Rachel mengatakan bahwa dia sedang di penjara bawah tanah. Rupanya, anak buah Hui tobat karena dia merasa harga dirinya sebagai laki-laki telah jatuh karena mengompol di celana dan dia mengantar anak Rachel pulang ke rumahnya.

Hui menjadi bingung mana Quan yang asli. Detektif Ma mengenali Quan sebagai seorang aktor dan dia juga pernah melihat Xiaomeng di TV. Namun dia sudah tidak peduli lagi. Dia marah dan menanyakan di mana Jiurong. Quan maju dan mengatakan dialah Quan yang asli. Dia meminta Hui melepaskan Xiaomeng dan Rachel karena mereka tidak ada hubungannya. Namun Hui tidak percaya. Quan lalu meraih pisau yang tergeletak dan menyandera anak buah Hui. Mereka bertiga kemudian berusaha kabur menggunakan mobil, namun sayangnya Quan tertinggal.

Xiaomeng menghentikan mobilnya dan berlari kembali untuk membantu Quan. Anak Rachel menghubungi kembali dan mengatakan bahwa dia sudah menghubungi polisi sesuai dengan lokasi ponsel Rachel.

Rachel pun berlari kembali ke lokasi. Dia melihat mereka berdua dihajar habis-habisan. Dia bahkan menyaksikan Hui menikam Quan berulang-ulang. Quan pun roboh. Namun rupanya, pisau yang digunakan merupakan pisau mainan yang bilahnya bisa masuk ke dalam gagangnya. Dalam keadaan babak belur, mereka pun tertawa tepat di saat terdengar sirene polisi tiba.

Pre-credit Scene: Quan menyerahkan jam tangannya untuk Xiaomeng saat mereka berdua sedang dirawat di rumah sakit.

Middle-credit Scene: Xiaomeng mendatangi pernikahan mantan pacarnya untuk meminta kembali uang yang telah dia berikan.

Post-credit Scene: Quan keluar dari penjara dan dijemput Rachel. Mereka pun berpelukan disaksikan anak Rachel yang berada di dalam mobil.

Genre: Comedy, Crime
Year:
Duration: 119 Min
Country:
Release:
Language:普通话
Director:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *