Sinopsis Michael (2026)

3087 votes, average 8.7 out of 10

Film ini mengisahkan perjalanan awal Michael Jackson, mulai dari ditemukannya bakatnya sebagai vokalis utama The Jackson 5 hingga menjelma menjadi ikon musik dunia yang dikenal lewat ambisi dan kreativitasnya untuk menjadi entertainer terbesar sepanjang masa.

Film dibuka pada tahun 1966 di Gary, Indiana. Michael Jackson kecil tumbuh bersama kakak-kakaknya, Jermaine, Marlon, Tito, dan Jackie. Di bawah pengawasan ketat ayah mereka, Joseph Jackson, anak-anak itu berlatih musik dan bernyanyi hampir tanpa henti. Mereka juga tinggal bersama ibu mereka, Katherine, serta saudari mereka, LaToya.

Joseph punya ambisi besar. Ia ingin anak-anaknya berhasil dan keluar dari kehidupan sederhana yang membuatnya frustrasi. Karena itu, ia mendidik mereka dengan keras, menjadikan musik bukan sekadar hobi, tetapi jalan keluar bagi seluruh keluarga.

Dalam beberapa tahun berikutnya, Michael dan saudara-saudaranya mulai tampil di berbagai acara. Michael, meski masih kecil, sudah menjadi pusat perhatian dengan suaranya yang kuat dan karisma panggungnya. Namun bagi Joseph, keberhasilan kecil tidak cukup. Ia terus memaksa mereka berlatih, bahkan tidak memberi ruang bagi mereka untuk beristirahat.

Suatu kali, setelah sebuah pertunjukan, Michael mencoba bicara. Namun Joseph menanggapinya dengan kekerasan. Ia memukul Michael menggunakan ikat pinggang di depan yang lain. Sejak itu, Michael semakin sering melarikan diri ke dunia imajinasi. Ia menyukai kisah seperti Peter Pan dan berharap bisa menjadi seperti pahlawannya, anak yang bebas dan tidak harus tumbuh dalam tekanan.

Joseph kemudian memberi nama grup anak-anaknya The Jackson 5. Mereka terus tampil di berbagai tempat sampai akhirnya menarik perhatian Suzanne de Passe dari Motown. Suzanne bertemu Joseph dan membicarakan kemungkinan membawa anak-anak itu masuk ke label besar.

Keluarga Jackson kemudian datang ke Motown dan bertemu Berry Gordy, produser sekaligus presiden Motown. Saat Michael masuk ke ruang rekaman, Berry memperhatikan bahwa Michael selalu menggerakkan kakinya ketika bernyanyi. Berry memintanya tetap diam. Michael mencoba menahan kakinya, tetapi tubuhnya tetap bergerak mengikuti irama. Bakat alaminya tidak bisa dibendung.

The Jackson 5 kemudian meraih kesuksesan besar lewat lagu-lagu klasik seperti “I Want You Back” dan “ABC”. Di tengah perjalanan itu, Michael mulai melihat Berry sebagai sosok ayah yang lebih hangat dibanding Joseph.

Baca juga:  Don't Look Up (2021)

Tahun 1978, di Los Angeles, Michael yang sudah dewasa mulai bekerja dengan Quincy Jones untuk album solo barunya, Off the Wall. Michael meminta para eksekutif agar ketika membicarakan album solo itu dengan Joseph, mereka membuatnya terdengar seolah proyek tersebut adalah ide Michael sendiri. Di studio, ia merekam “Don’t Stop ’Til You Get Enough” bersama Quincy.

Saat itu, Michael sudah memiliki banyak penggemar yang histeris setiap melihatnya. Namun ia juga menggunakan ketenarannya untuk mengunjungi anak-anak sakit. Ia bahkan menyelamatkan seekor simpanse bernama Bubbles dari lingkungan yang tidak aman. Di tengah popularitas yang semakin besar, Michael juga mulai didampingi pengawal pribadi bernama Bill Bray.

Namun di balik panggung dan sorotan, Michael mulai gelisah dengan penampilannya. Ia merasa tidak percaya diri setelah muncul vitiligo di kulitnya. Ia juga menjalani operasi hidung agar bentuknya terlihat lebih ramping. Ketika Joseph melihat perubahan itu, Michael mengatakan bahwa operasi tersebut dilakukan karena masalah sinus.

Joseph tetap berusaha mengendalikan karier anak-anaknya. Ia selalu merasa bahwa dirinya adalah alasan utama mereka bisa sukses. Ketika Michael menunjukkan keengganan mengikuti rencana tur keluarga, Joseph mencoba membuatnya merasa bersalah. Michael akhirnya pergi bersama Bill. Di luar gerbang, kerumunan penggemar sudah menunggunya.

Di suatu tempat, Michael mengungkapkan bahwa ia mencintai keluarganya, tetapi ia juga ingin memiliki kebebasan kreatif. Meski begitu, pada akhirnya Michael tetap bergabung dengan saudara-saudaranya dalam Triumph Tour.

Tahun 1981, Michael dan Bill bertemu dengan sekelompok orang di sebuah perusahaan rekaman, termasuk pengacara hiburan John Branca, yang pernah menangani nama-nama besar seperti The Beach Boys. Saat Michael melihat bahwa Branca benar-benar ingin memberinya kebebasan berkarya, ia langsung setuju bekerja sama dengannya.

Langkah pertama Michael adalah meminta Branca memecat Joseph sebagai manajer lewat faks. Ketika Joseph memperlihatkan faks itu kepada Katherine dan mengancam akan memukul Michael, Katherine menegurnya. Ia mengatakan Joseph sudah terlalu tua dan lemah untuk memukuli siapa pun.

Baca juga:  Siksa Kubur (2024)

Michael dan Branca kemudian mulai mengerjakan album berikutnya. Michael punya satu tujuan besar: membuat album terbesar sepanjang masa. Dalam proses mencari inspirasi, ia melihat berita tentang meningkatnya kekerasan geng antara Crips dan Bloods. Dari sana, ia mengumpulkan orang-orang di studio untuk membuat video musik “Beat It”, dengan harapan musiknya bisa menjadi cara untuk menyatukan orang-orang.

Album itu terus berkembang dengan lagu-lagu seperti “Billie Jean” dan “Wanna Be Startin’ Somethin’”. Michael dan Branca sempat kesulitan menentukan judul album sampai akhirnya memilih Thriller, sesuai ketertarikan Michael pada film-film horor, termasuk karya-karya yang menampilkan Vincent Price.

Michael dan Branca kemudian menemui Walter Yetnikoff, presiden CBS Records, untuk memperjuangkan agar video “Billie Jean” diputar di MTV. Walter merasa itu tidak mudah, karena MTV saat itu enggan memutar artis kulit hitam. Namun atas desakan Michael dan Branca, Walter menelepon presiden MTV dan mengancam akan menarik semua artis CBS, termasuk Billy Joel, Bruce Springsteen, dan Cyndi Lauper, dari MTV jika mereka menolak. Ancaman itu berhasil. Video “Billie Jean” akhirnya diputar, dan popularitas Michael semakin melejit.

Dalam pesta perayaan kesuksesan Thriller, yang benar-benar menjadi album terlaris sepanjang masa, Michael bertemu kembali dengan Suzanne dan Berry. Keduanya bangga melihat pencapaiannya. Ibu dan saudara-saudaranya juga hadir, begitu pula Joseph yang mabuk dan berisik.

Belakangan, Joseph duduk bersama promotor tinju Don King untuk membicarakan tur keluarga Jackson berikutnya, dengan Michael sebagai pusat perhatian. Joseph kembali menekan Michael lewat rasa bersalah, membuat Michael akhirnya setuju ikut tur agar tidak mengecewakan keluarganya.

Michael lalu bergabung dengan saudara-saudaranya untuk syuting iklan Pepsi. Namun syuting itu berubah menjadi tragedi ketika efek piroteknik di panggung menyala terlalu cepat dan membakar rambut Michael. Ia dilarikan ke rumah sakit, dan dokter memberi tahu bahwa bagian belakang kulit kepalanya mengalami kerusakan permanen.

Namun Joseph hanya peduli apakah Michael bisa segera kembali tampil di panggung.

Baca juga:  The Conjuring 2 (2016)

Michael menjalani pemulihan dengan dukungan Katherine dan Branca. Ketika sudah siap tampil lagi, ia bergabung dengan saudara-saudaranya dalam Victory Tour. Namun pada malam terakhir tur itu, Michael membuat pengumuman besar. Ia mengatakan bahwa itu akan menjadi tur terakhir mereka bersama, meski Joseph sebenarnya ingin melanjutkannya ke seluruh dunia.

Katherine tersenyum bangga mendengar keputusan putranya. Michael kemudian membawakan “Human Nature” dan berjalan melewati Joseph, yang masih mencoba membujuknya untuk berubah pikiran. Namun Bill menegaskan bahwa Michael sudah selesai dengan kendali Joseph.

Tahun 1985, di London, Michael tiba di Wembley Stadium untuk memulai Bad Tour. Di hadapan lautan penonton yang bersorak, ia tampil membawakan “Bad”, menandai babak baru dalam hidup dan kariernya.

Teks penutup menyatakan bahwa kisah Michael belum selesai dan akan berlanjut.

 

Leave a Reply